Pertumbuhan Balita

Dampingi tumbuh kembang si Kecil dengan beragam informasi dengan pilih kalender pertumbuhan balita berdasarkan :

LIHAT ARTIKEL

Makanan Anak Usia 16 Bulan

Keywords : Nutrisi

Asupan gizi yang dibutuhkan si Kecil meliputi makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak yang dibutuhkan dalam jumlah besar. Sedangkan, mikronutrien terdiri dari vitamin dan mineral yang dibutuhkan dalam jumlah kecil. (dr. Titis Prawitasari, SpA(K))

Untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil yang optimal, Ibu perlu memenuhi kebutuhan nutrisinya. Kami dari Tim Ahli Nutriclub akan menjelaskan kepada Ibu tentang makanan anak usia 16 bulan.

Kebutuhan Gizi si Kecil

Di usia 16 bulan, si Kecil akan semakin aktif bergerak dan bereksplorasi. Untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembangnya, Ibu harus memberikan asupan nutrisi yang seimbang untuk si Kecil. Saat ini, ia sudah bisa diberikan makanan yang disajikan untuk sekeluarga dan makan di meja makan bersama keluarga. Tekstur makanan si Kecil bisa seperti makanan keluarga atau yang masih dicincang kasar.

Porsi makan untuk si Kecil tetap berpedoman pada piramida makanan. Pada bagian terbawah, terdapat berbagai jenis makanan sumber karbohidrat, seperti nasi, jagung, roti, dan gandum. Sumber karbohidrat porsinya paling besar dibandingkan jenis makanan lain. Pada piramida bagian kedua, terdapat jenis makanan sumber vitamin dan mineral, yaitu sayuran dan buah-buahan. Porsinya lebih kecil dari makanan sumber karbohidrat, dan porsi sayuran lebih besar dari porsi buah-buahan. Kemudian, piramida bagian ketiga berisi jenis makanan sumber protein dan lemak, yaitu lauk-pauk dan produk susu. Pada puncak piramida, terdapat sumber makanan yang hanya sedikit dibutuhkan oleh tubuh, yaitu garam, gula dan minyak.

Berikut ini beberapa jenis makanan yang dapat Ibu berikan kepada si Kecil yang berusia 16 bulan:

1. Daging

Daging merupakan sumber protein yang baik. Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan si Kecil dan memperbaiki jaringan tubuhnya yang rusak. Selain itu, daging juga mengandung vitamin B12 dan zat besi yang berguna untuk mencegah anemia.

2. Udang

Udang merupakan sumber protein yang juga mengandung selenium dan seng. Kedua mineral ini penting untuk menjaga kekebalan tubuh serta kesehatan kulit, tulang, rambut, dan kuku si Kecil. Udang juga mengandung zat besi dan vitamin B12, nutrisi penunjang produksi sel darah merah yang dapat membantu mencegah anemia. Selain itu, kalsium dan fosfor yang terkandung dalam udang juga dapat membantu pembentukan tulang dan gigi si Kecil. Untuk memperkecil kemungkinan alergi, pilihlah udang yang benar-benar segar.

Did you know?

”Kurang gizi yang tidak ditangani sejak dini bisa mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan fisik maupun mental si Kecil. Ia juga jadi lebih rentan terhadap penyakit seperti diare dan pneumonia (radang paru). Ketahui selengkapnya di sini.“

LIHAT LENGKAP

3. Wortel

Wortel kaya akan biotin dan beta karoten (pro vitamin A) yang dapat membantu memperbaiki kesehatan kulit dan menjaga kesehatan mata si Kecil.

4. Tempe dan tahu

Kedua olahan kedelai ini merupakan sumber protein nabati dan zat besi yang baik. Saat berbelanja, pilih tahu dan tempe yang bentuknya masih utuh, tidak berlendir, dan tidak berbau. Tempe adalah satu-satunya sumber vitamin B12 yang berasal dari tanaman. Sumber vitamin B12 lainnya umumnya berasal dari hewan.

5. Ikan teri

Ikan teri kaya akan kalsium dan seng. Kedua mineral ini sangat berguna untuk pembentukan tulang dan gigi si Kecil.

6. Kacang polong

Di setiap 100gr kacang polong, terdapat 8gr protein berkualitas tinggi. Kacang polong kaya akan serat, asam folat, serta vitamin dan mineral lainnya. Kacang polong biasanya dijual dalam bentuk segar, beku, dan kalengan. Pilihlah kacang polong segar yang permukaannya halus dan berwarna hijau cerah, dan jangan memasaknya terlalu lama.

7. Mangga

Mangga mengandung banyak vitamin A, vitamin B, vitamin C, kalsium, serta sedikit zat besi. Ibu bisa memilih mangga yang manis dan berserat sedikit untuk si Kecil.

8. Alpukat

Alpukat kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal dan protein yang berkualitas baik. Kedua hal ini baik untuk tumbuh kembang si Kecil.

9. Susu dan produk olahannya

Susu dan produk olahannya, seperti keju dan yogurt, mengandung kalsium dan vitamin D yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Di dalam yogurt, terkandung vitamin A, B, D, dan E. Tidak hanya itu, yogurt juga baik untuk kesehatan saluran pencernaan.

Berikut ini contoh resep masakan untuk si Kecil yang berusia 16 bulan:

Tahu Kukus

Bahan:

- 150gr tahu cina, haluskan

- 1 butir telur, kocok

- 1 sdm santan

- ½ buah bawang bombay ukuran kecil, cincang halus

- 1 sdt garam

- ½ buah tomat, kupas, buang bijinya, potong bentuk dadu

- 1 sdt daun bayam, iris

Cara membuat:

- Campur tahu dengan telur. Tambahkan santan, bawang, dan garam. Aduk hingga rata.

- Masukkan tomat dan bayam. Aduk hingga rata.

- Masukkan adonan tahu ke dalam piring besar yang tahan panas.

- Kukus di dalam dandang panas selama 15 menit. Angkat.

- Sajikan.

Menurut Rekomendasi Praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti pada Bayi dan Batita di Indonesia untuk Mencegah Malnutrisi yang diterbitkan oleh IDAI, masalah makan sering terjadi pada bayi dan batita. Misalnya, menolak makanan baru, tidak mau makan, makan hanya sedikit, atau hanya mau memilih jenis makanan tertentu. IDAI merekomendasikan agar Ibu menerapkan aturan makan (feeding rules) untuk si Kecil. Aturan makan ini meliputi jadwal pemberian makan, lingkungan, dan prosedur pemberian makan. Jadwal pemberian makan sebaiknya dibuat teratur pada jam yang sama tiap harinya, yaitu 3 kali makan makanan utama dan 2 kali makan makanan kecil di antaranya. Hal ini dilakukan agar si Kecil belajar menyesuaikan diri dengan siklus lapar dan kenyang. Aturan jadwal lainnya antara lain adalah: susu diberikan 2-3 kali sehari, makan tidak boleh lebih dari 30 menit, dan minum air putih hanya boleh di antara waktu makan.

Faktor lingkungan ketika si Kecil diberi makan juga perlu diperhatikan. Jangan paksa si Kecil untuk makan; jangan memberi makan sambil bermain, jalan-jalan, atau menonton TV; dan jangan jadikan makanan sebagai hadiah. Selain lingkungan, prosedur pemberian makan juga perlu diperhatikan. Ajak si Kecil untuk makan sendiri. Jika ia menunjukkan tanda tidak mau makan (mengatupkan mulut, memalingkan muka, menangis), tawarkan kembali makanan secara netral tanpa memaksa dan membujuk. Bila setelah 10-15 menit si Kecil tetap tidak mau makan, Ibu bisa mengakhiri proses makannya.

Sumber:

- Partiwi, I Gusti Ayu Nyoman., Sehat Lezat Olah Saji; 2013. 1;106, 129.

- Prawitasari, Titis., Priantono, Dimas., Asuhan Nutrisi Anak dalam Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1; 2014.1: 117.

- Mohamad, Imelda., Mencetak Anak Sehat, Cerdas, & Ceria; 2015. 1;42-43.

- Sjarif, Rusli Damayanti., Yuliarti, Klara., Lestari, Endang Dewi., et al., Rekomendasi Praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti pada Bayi dan Batita di Indonesia untuk Mencegah Malnutrisi, Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2015.1;38-40.

konsultasi langsung dengan dokter & tim ahli nutriclub di sini

Dapatkan Expert Content Berisi Aneka Resep, Tools, dan Artikel yang Disesuaikan dengan Kebutuhan Ibu dan si Kecil